Bab 2: Aljabar Linear
Bahasa Data: Vektor, Matriks, dan Transformasi Linear
1. Sistem Persamaan Linear (SPL)
Aljabar linear sering kali dimulai dengan upaya menyelesaikan sistem persamaan linear. Bayangkan
sebuah
perusahaan yang memproduksi produk $N_1, \dots, N_n$ dengan sumber daya $R_1, \dots, R_m$.
Jika kita memproduksi $x_j$ unit dari produk $N_j$, dan setiap produk membutuhkan $a_{ij}$ unit
dari
sumber daya $R_i$, maka total penggunaan sumber daya harus memenuhi ketersediaan $b_i$:
$$ \boldsymbol{A}\boldsymbol{x} = \boldsymbol{b} $$
Contoh Perhitungan: SPL
Sederhana
Diberikan sistem persamaan:
$$
\begin{align*}
4x_1 + 4x_2 &= 5 \\
2x_1 - 4x_2 &= 1
\end{align*}
$$
Dalam bentuk matriks $\boldsymbol{Ax} = \boldsymbol{b}$:
$$
\begin{bmatrix} 4 & 4 \\ 2 & -4 \end{bmatrix} \begin{bmatrix} x_1 \\ x_2 \end{bmatrix} =
\begin{bmatrix} 5 \\ 1 \end{bmatrix}
$$
Solusinya dapat ditemukan dengan menjumlahkan kedua persamaan: $6x_1 = 6 \implies x_1 =
1$.
Substitusi ke persamaan pertama: $4(1) + 4x_2 = 5 \implies 4x_2 = 1 \implies x_2 =
0.25$.
Jadi, vektor solusinya adalah $\boldsymbol{x} = [1, 0.25]^\top$.
2. Matriks dan Vektor
Matriks $\boldsymbol{A} \in \mathbb{R}^{m \times n}$ adalah susunan angka persegi panjang.
Vektor bisa
dianggap sebagai matriks khusus dengan satu kolom ($n=1$).
Operasi Dasar
- Penjumlahan Matriks: Dilakukan elemen demi elemen.
- Perkalian Matriks:
Jika $\boldsymbol{A} \in \mathbb{R}^{m \times n}$ dan $\boldsymbol{B} \in
\mathbb{R}^{n \times
k}$, maka $\boldsymbol{C} = \boldsymbol{AB} \in \mathbb{R}^{m \times k}$.
$$ c_{ij} = \sum_{l=1}^{n} a_{il}b_{lj} $$
Contoh Perhitungan:
Perkalian Matriks
Misalkan kita memiliki matriks $\boldsymbol{A}$ (2x3) dan $\boldsymbol{B}$ (3x2):
$$ \boldsymbol{A} = \begin{bmatrix} 1 & 2 & 3 \\ 3 & 2 & 1 \end{bmatrix}, \quad
\boldsymbol{B} =
\begin{bmatrix} 0 & 2 \\ 1 & -1 \\ 0 & 1 \end{bmatrix} $$
Perkalian $\boldsymbol{AB}$:
$$
\begin{align*}
(\boldsymbol{AB})_{11} &= 1(0) + 2(1) + 3(0) = 2 \\
(\boldsymbol{AB})_{12} &= 1(2) + 2(-1) + 3(1) = 3 \\
(\boldsymbol{AB})_{21} &= 3(0) + 2(1) + 1(0) = 2 \\
(\boldsymbol{AB})_{22} &= 3(2) + 2(-1) + 1(1) = 5
\end{align*}
$$
Hasilnya:
$$ \boldsymbol{AB} = \begin{bmatrix} 2 & 3 \\ 2 & 5 \end{bmatrix} $$
3. Ruang Vektor & Kebebasan Linear
Sekumpulan vektor $\boldsymbol{x}_1, \dots, \boldsymbol{x}_k$ disebut bebas
linear jika
tidak ada vektor yang bisa direpresentasikan sebagai kombinasi linear dari vektor lainnya.
Contoh: Kebebasan
Linear
Tinjaulah vektor-vektor berikut di $\mathbb{R}^3$:
$$ \boldsymbol{e}_1 = \begin{bmatrix} 1 \\ 0 \\ 0 \end{bmatrix}, \quad \boldsymbol{e}_2 =
\begin{bmatrix} 0 \\ 1 \\ 0 \end{bmatrix}, \quad \boldsymbol{x} = \begin{bmatrix} 2 \\ 3 \\
0
\end{bmatrix} $$
Apakah himpunan $\{\boldsymbol{e}_1, \boldsymbol{e}_2, \boldsymbol{x}\}$ bebas linear?
Tidak.
Karena $\boldsymbol{x}$ dapat ditulis sebagai kombinasi linear dari $\boldsymbol{e}_1$ dan
$\boldsymbol{e}_2$:
$$ \boldsymbol{x} = 2\boldsymbol{e}_1 + 3\boldsymbol{e}_2 $$
Informasi dalam $\boldsymbol{x}$ "redundan" jika kita sudah punya $\boldsymbol{e}_1$ dan
$\boldsymbol{e}_2$.